Kamis, 12 September 2013
Rabu, 11 September 2013
RINDU DIRIMU
RINDU
Malam ini aku mrsa kspian ingin rasa nya aku bertemu dengan mu.
tapi apalah daya rindu ku terhalang jarak yang Membentang.
pada angin malam ku titip salam dan sapa manja
tapi apakah angin itu bisa Mnyampaikan salam ku untuk mu kasih
dalam kegundahan ku menatap Langit yang begitu indah
dan bintang yang bersinar terang
Angin malam pun membuat ku kesepian tampa dirimu kasih.
dalam kesendirian ku buat puisi untuk kekasih yg jauh di sana.
ku sangat Merindukan dirimu kasih.
apakah kamu bisa merasakan kerinduan ku ini../

Sejak mula awal ada
Kutahu kau 'belai' diriku mesra
Dari suatu yang hina
Hingga kini elok rupa
Hidupku milikmu
Nafasku semuaku
Semaumu sekelembutanmu
Dan hingga nanti
Kuberjumpa, Oh Gusti
PANTUN FOR YOU GADIS BERKACA MATA
Anak-anak main gansing
Gansing terbuat dari kayu
Sekarang aku pangling
Wajahmu makin ayu
__________________________
Sore-sore jalan-jalan
Mampir ketoko beli buku
Engkau bagaikan nelayan
Yang mampu menjaring hatiku
__________________________
Bunga melati jangan dipetik
Kalau dipetik akan layu
Senyummu bagaikan listrik
Yang mampu menyetrum hatiku
__________________________
Anisa pergi ke pasar
Ditemani Ibu Rahayu
Hatiku makin berdebar
Memandang wajahmu yang ayu
__________________________
Ada kuda makan rumput
Monyetpun makan pisang
Hatiku telah terpaut
Pada dirimu seorang
__________________________
Penari kuda lumping makan beling
Kalau sudah kesurupan
Engkau memang tiada saing
Wajahmu benar-benar rupawan
__________________________
Pergi ke Solo beli batik
Kain batik bergambar bulan sabit
Wajahmu memang cantik
Bagai bidadari turun dari langit
__________________________
Mawar jangan dipetik
Kalau dipetik tertusuk duri
Hatiku semakin tertarik
Dirimu bagaikan sang peri
__________________________
Pergi ke toko beli busana
Busana wanita warnanya biru
Wajahmu memang mempesona
Membuat rontok hatiku
__________________________
Pekalongan kota batik
Batik indah dilihat mata
Beribu-ribu gadis cantik
Hanya engkau yang aku cinta
__________________________
Pergi ke warung beli petasan
Petasan meledak dipintu gerbang
Aku merasa tak bosan
Bila wajahmu kupandang
_________________________
Pergi ke pasar beli terasi
Terasi enak dari Maluku
Engkau bagaikan polisi
Mampu memborgol hatiku
_________________________
Burung nuri burung gelatik
Bila dipandang tak akan jemu
Monalisa memang cantik
Tetapi lebih cantik dirimu
_________________________
Pagi-pagi ada tamu
Tamu jauh dari Samarinda
Bila kutatap bola matamu
Terasa ada kesejukan disana
_________________________
Pagi-pagi kita mandi
Jangan lupa pakai sabun wangi
Dirimu seperti Srikandi
Mampu memanah hati ini
Gansing terbuat dari kayu
Sekarang aku pangling
Wajahmu makin ayu
__________________________
Sore-sore jalan-jalan
Mampir ketoko beli buku
Engkau bagaikan nelayan
Yang mampu menjaring hatiku
__________________________
Bunga melati jangan dipetik
Kalau dipetik akan layu
Senyummu bagaikan listrik
Yang mampu menyetrum hatiku
__________________________
Anisa pergi ke pasar
Ditemani Ibu Rahayu
Hatiku makin berdebar
Memandang wajahmu yang ayu
__________________________
Ada kuda makan rumput
Monyetpun makan pisang
Hatiku telah terpaut
Pada dirimu seorang
__________________________
Penari kuda lumping makan beling
Kalau sudah kesurupan
Engkau memang tiada saing
Wajahmu benar-benar rupawan
__________________________
Pergi ke Solo beli batik
Kain batik bergambar bulan sabit
Wajahmu memang cantik
Bagai bidadari turun dari langit
__________________________
Mawar jangan dipetik
Kalau dipetik tertusuk duri
Hatiku semakin tertarik
Dirimu bagaikan sang peri
__________________________
Pergi ke toko beli busana
Busana wanita warnanya biru
Wajahmu memang mempesona
Membuat rontok hatiku
__________________________
Pekalongan kota batik
Batik indah dilihat mata
Beribu-ribu gadis cantik
Hanya engkau yang aku cinta
__________________________
Pergi ke warung beli petasan
Petasan meledak dipintu gerbang
Aku merasa tak bosan
Bila wajahmu kupandang
_________________________
Pergi ke pasar beli terasi
Terasi enak dari Maluku
Engkau bagaikan polisi
Mampu memborgol hatiku
_________________________
Burung nuri burung gelatik
Bila dipandang tak akan jemu
Monalisa memang cantik
Tetapi lebih cantik dirimu
_________________________
Pagi-pagi ada tamu
Tamu jauh dari Samarinda
Bila kutatap bola matamu
Terasa ada kesejukan disana
_________________________
Pagi-pagi kita mandi
Jangan lupa pakai sabun wangi
Dirimu seperti Srikandi
Mampu memanah hati ini
........................................
Jumat, 06 September 2013
PUISI CANTIK BERKACAMATA
''KAKAK CANTIK BERKACAMATA''
Ku tatap tajam dalam mataku,
dibalik kaca kulihat matanya yang sendu
Disudut ruang ini kau berada tapi jauh kurasa
Hanya dari sini berani kutatap simpul bibirnya yang lucu
Mungkin kau tak pernah tahu aku ada
Mungkin hadirku takan membuatmu terasa
Dan mungkin bagimu ku Hanya anak kecil yang tak mengerti cinta
Tapi andai kau tahu, kau hampir membuatku gila..
Disudut ruang ini kau berada tapi jauh kurasa
Hanya dari sini berani kutatap simpul bibirnya yang lucu
Mungkin kau tak pernah tahu aku ada
Mungkin hadirku takan membuatmu terasa
Dan mungkin bagimu ku Hanya anak kecil yang tak mengerti cinta
Tapi andai kau tahu, kau hampir membuatku gila..
Rabu, 17 Juli 2013
sejarah marcing band
SEJARAH MARCING BAND
Teman apakah kalian mengetahui tentang sejarah marching band..
sekarang saya akan membahas tuntas tentang sejarah marching band…
saya membahas ini dari beberapa kumpulan resensi…
Sejarah marching band
sekarang saya akan membahas tuntas tentang sejarah marching band…
saya membahas ini dari beberapa kumpulan resensi…
Sejarah marching band
Menengok
kembali ke jaman kuno, marching band bersumber dari seremonial militer
dan keagamaan, yang dikemas dalam suatu pertunjukan yang indah atau
hiburan. Dalam banyak kebudayaan, musik perang ( musik militer )
menginspirasi para pria dalam berperang, sebagi tanda untuk maju dan
mundur, sebagai pendukung jiwa para prajurit dan merayakan keberaniannya
Marching band menggunakan gabungan dari alat brass, perkusi dan alat tiup kayu yang harus dibawa saat mereka berjalan. Instrumen marching band termasuk flute dan piccolo, French horns, saxophones, clarinet, trumpet, trombone, tuba, drum, cymbal dan triangle. Beberapa band memasukkan glockenspiel, xylophone ke dalam seksi perkusinya. Ada pula marching bagpipe bands.
Terdapat benda seni Mesopotamia kuno yang diperkirakan berumur 4.000 SM, yang menyerupai kettle drum. Alat perkusi seperti cymbal telah digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. Timpani atau tambourine adalah salah satu contoh dari alat perkusi yang tidak banyak berubah sepanjang masa.Alat tradisional terbuat dari kulit binatang atau kulit kerang adalah sama dengan yang kita gunakan saat ini. Seperti yang digunakan oleh Canadian Ojibwa dan Cree First Nation, sama dengan masyarakat Timur tengah kuno dimana hal ini berasal. Para budak Afrika memperkenalkan xylophone ke dalam komunitas Latin pada waktu penaklukan Spanyol pada abad 16 dan 17. Drum dan castanet mengiringi taria-tarian Roma kuno. Triangle aslinya berasal dari musik Turki yang mengkombinasikan triangles dengan cymbal dan drum dengan ukuran yang berbeda.
Marching band menggunakan gabungan dari alat brass, perkusi dan alat tiup kayu yang harus dibawa saat mereka berjalan. Instrumen marching band termasuk flute dan piccolo, French horns, saxophones, clarinet, trumpet, trombone, tuba, drum, cymbal dan triangle. Beberapa band memasukkan glockenspiel, xylophone ke dalam seksi perkusinya. Ada pula marching bagpipe bands.
Terdapat benda seni Mesopotamia kuno yang diperkirakan berumur 4.000 SM, yang menyerupai kettle drum. Alat perkusi seperti cymbal telah digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. Timpani atau tambourine adalah salah satu contoh dari alat perkusi yang tidak banyak berubah sepanjang masa.Alat tradisional terbuat dari kulit binatang atau kulit kerang adalah sama dengan yang kita gunakan saat ini. Seperti yang digunakan oleh Canadian Ojibwa dan Cree First Nation, sama dengan masyarakat Timur tengah kuno dimana hal ini berasal. Para budak Afrika memperkenalkan xylophone ke dalam komunitas Latin pada waktu penaklukan Spanyol pada abad 16 dan 17. Drum dan castanet mengiringi taria-tarian Roma kuno. Triangle aslinya berasal dari musik Turki yang mengkombinasikan triangles dengan cymbal dan drum dengan ukuran yang berbeda.
Asal mula budaya tradisi marching band sampai sekarang di indonesia
Marching
Band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh
beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan
sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival.
Seiring dengan perjalananan waktu, marching band ber-evolusi menjadi
lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota.
Bentuk inilah yang menjadi dasar awal band militer yang kemudian menjadi
awal munculnya marching band saat ini.
Meskipun pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.
Di Indonesia, budaya marching band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olah raga"). Marching band lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olah raga. Dalam perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.
Senin, 15 Juli 2013
BEST TECHER
Sabtu, 13 Juli 2013
MEMORIAN DBHW
Langganan:
Postingan (Atom)
































